Training Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

Best practice keprotokolan untuk event formal dan VIP handling merupakan pendekatan sistematis dalam merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan resmi yang melibatkan pejabat negara, pimpinan lembaga, eksekutif perusahaan, tokoh masyarakat, maupun tamu kehormatan. Keprotokolan bukan sekadar pengaturan tempat duduk atau penyusunan susunan acara, tetapi mencakup tata urut penghormatan (precedence), tata tempat (seating arrangement), tata upacara, tata penghormatan, serta pengelolaan komunikasi dan keamanan secara terintegrasi.

Dalam konteks Indonesia, praktik keprotokolan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan yang menjadi pedoman bagi instansi pemerintah maupun lembaga lainnya dalam menyelenggarakan kegiatan resmi. Prinsip-prinsip tersebut juga sering diselaraskan dengan standar internasional, terutama ketika acara melibatkan perwakilan diplomatik atau organisasi global.

Best practice dalam keprotokolan menekankan pada ketepatan prosedur, kejelasan struktur tanggung jawab, kesiapan teknis, serta kemampuan antisipatif terhadap risiko. Dalam VIP handling, perhatian tidak hanya tertuju pada tata upacara, tetapi juga pada manajemen kedatangan dan kepulangan, pengamanan, kenyamanan, pengaturan akses, hingga sensitivitas budaya dan etika. Kegagalan kecil seperti kesalahan penyebutan gelar, posisi duduk yang tidak sesuai hierarki, atau miskomunikasi antar panitia dapat berdampak pada citra institusi secara keseluruhan.

Dengan demikian, best practice keprotokolan adalah kombinasi antara regulasi formal, standar etika, manajemen acara (event management), manajemen risiko, serta komunikasi strategis. Pendekatan ini menuntut koordinasi lintas fungsi, mulai dari tim protokol, keamanan, hubungan masyarakat, hingga logistik.

Penjabaran konsep dan silabus dari training

Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai tata kelola kegiatan resmi yang melibatkan pejabat, pimpinan organisasi, tokoh masyarakat, maupun tamu kehormatan. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis seperti tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, dan penyusunan run down acara, tetapi juga menekankan pada kemampuan koordinasi lintas fungsi, manajemen risiko, serta etika komunikasi dalam situasi formal.

Materi pelatihan mengacu pada regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, sekaligus memperkenalkan praktik internasional yang lazim digunakan dalam forum multilateral seperti United Nations dan ASEAN. Peserta akan memahami bagaimana mengelola kunjungan VIP, mengatur hierarki jabatan dalam tata tempat, mengantisipasi potensi kesalahan protokol, serta memastikan acara berjalan tertib, aman, dan bermartabat. Pelatihan ini juga menekankan aspek VIP handling secara komprehensif, mulai dari perencanaan kedatangan, pengamanan, pengaturan akses, pendampingan, hingga penanganan situasi tidak terduga. Dengan pendekatan berbasis studi kasus dan simulasi, peserta dilatih untuk berpikir sistematis, presisi, dan responsif terhadap dinamika lapangan.

Pelatihan ini merupakan turunan dari beberapa disiplin ilmu yang saling terintegrasi. Secara utama, keprotokolan berasal dari bidang administrasi publik dan tata kelola pemerintahan, karena berkaitan dengan tata urut jabatan, penghormatan, dan simbol kenegaraan. Selain itu, pelatihan ini juga bersumber dari ilmu manajemen acara (event management), komunikasi korporat, hubungan internasional, serta manajemen risiko.

Dalam konteks korporasi, materi VIP handling beririsan dengan stakeholder management dan reputational management, karena cara organisasi menyambut dan memperlakukan tamu kehormatan mencerminkan profesionalisme serta tata kelola perusahaan. Sementara itu, aspek pengamanan dan mitigasi risiko berakar pada manajemen keamanan dan operational planning.

Dengan demikian, pelatihan ini bersifat multidisipliner dan aplikatif, menggabungkan aspek regulatif, teknis, komunikasi, dan strategis dalam satu kerangka praktik terbaik.

Pelatihan ini sangat relevan bagi pejabat dan staf protokol di instansi pemerintah pusat maupun daerah, staf sekretariat pimpinan, bagian umum (general affairs), humas dan corporate communication, event organizer internal perusahaan, serta tim yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara resmi dan kunjungan kerja. Selain itu, pelatihan ini juga cocok untuk manajer proyek, staf hubungan eksternal, tim CSR, serta profesional yang sering berinteraksi dengan pejabat publik, regulator, atau mitra strategis. Institusi pendidikan, BUMN, perusahaan swasta, hingga organisasi non-profit yang kerap menyelenggarakan forum resmi atau menerima kunjungan VIP juga akan memperoleh manfaat signifikan dari pelatihan ini.

Mengikuti pelatihan ini penting karena kesalahan dalam keprotokolan tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga dapat menimbulkan implikasi reputasional dan hubungan kelembagaan. Kesalahan kecil seperti ketidaktepatan tata tempat, kekeliruan penyebutan gelar, atau kurangnya koordinasi dalam penyambutan VIP dapat memengaruhi citra organisasi secara luas. Pelatihan ini membantu peserta memahami standar yang benar, meningkatkan ketelitian, serta membangun kepercayaan diri dalam menangani acara formal berskala kecil maupun besar. Dengan pemahaman yang komprehensif, peserta mampu mengelola acara secara profesional, menjaga wibawa institusi, serta meminimalkan risiko kesalahan yang dapat berdampak strategis.

Lebih jauh lagi, dalam era keterbukaan informasi dan eksposur media yang tinggi, profesionalisme keprotokolan menjadi bagian dari strategi komunikasi dan reputasi organisasi. Oleh karena itu, pelatihan ini bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan investasi strategis untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan institusi dalam setiap kegiatan resmi.

1.2. Materi Pelatihan

  1. Konsep dan Landasan Hukum Keprotokolan

  2. Tata Urut (Precedence) dan Hierarki Jabatan

  3. Tata Tempat (Seating Arrangement) pada Acara Resmi

  4. Tata Upacara dan Tata Penghormatan

  5. Penyusunan Susunan Acara (Run Down) dan Script MC Formal

  6. Manajemen Kunjungan Kerja dan VIP Handling

  7. Etika Komunikasi dan Penyebutan Gelar/Jabatan

  8. Koordinasi Pengamanan dan Manajemen Akses Tamu VIP

  9. Manajemen Risiko dalam Event Formal

  10. Simulasi Penanganan Acara Resmi dan Studi Kasus

  11. Penyusunan SOP Keprotokolan di Instansi/Perusahaan

  12. Evaluasi dan Continuous Improvement dalam Keprotokolan

1.3. Tujuan Pelatihan

  • Memahami prinsip dasar dan regulasi keprotokolan nasional sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

  • Mampu menerapkan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan secara tepat dalam berbagai jenis event formal.

  • Meningkatkan kompetensi dalam perencanaan dan pelaksanaan VIP handling secara profesional dan terstruktur.

  • Meminimalkan risiko kesalahan protokol yang berdampak pada reputasi institusi.

  • Meningkatkan kemampuan koordinasi lintas fungsi dalam penyelenggaraan acara resmi.

  • Membangun standar operasional prosedur (SOP) keprotokolan yang efektif dan aplikatif di organisasi.

  • Meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menangani acara formal tingkat pimpinan dan tamu kehormatan.

Teknis Penyelenggaraan Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

terkait informasi mengenai teknis penyelenggaraan silahkan klik tautan di informasi yang diinginkan :

2.1. Tempat Pelatihan

2.2. Jenis Pelatihan 

2.3. Calon Participant 

2.4. Metode Pembelajaran

2.5. Fasilitas Pelatihan

Investasi dan Jadwal Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

bila anda ingin mengetahui detail mengenai investasi dan jadwal pelatihan silahkan klik tautan dibawah ini :

3.1. Investasi Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

3.2. Jadwal Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

Mengapa Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling hingga Pelaksanaan harus bekerjasama dengan PT. Golden Regency Consulting

Pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah mengapa harus dengan GRC Training. Berikut adalah keuntungan yang dapat diambil bila bekerjasama dengan GRC Training.

  • Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
  • Kami merupakan penyelenggara pelatihan yang berpengalaman, telah berdiri sejak 7 Tahun silam.
  • Memiliki Sumber Daya Trainer yang berpengalaman dalam mengajar maupun pengalaman dalam praktek.
  • Pelaksanaan Pelatihan mengikuti waktu dari calon peserta.
  • Tidak perlu menunggu kuota peserta, kami menyediakan kelas private.
  • Konsultasi post event dengan trainer.

Permohonan Proposal Pelatihan Best Practice Keprotokolan untuk Event Formal dan VIP Handling

Kemudian apa yang harus dilakukan, bila calon peserta ingin mendaftarkan atau meminta proposal Pelatihan. Selanjutnya cukup dengan mengisi formulir klik disini. namun bila ingin menanyakan hal hal terkait Pelatihan bisa menghubungi kami di nomor whatsapp.

Tertarik bekerja sama dengan GRC Training? Dan ingin mengadakan pelatihan bersama kami? Sila hubungi kami pada nomor berikut 081802214168 (Puguh) atau ingin konsultasi terlebih dahulu melalui whatsapp kami di link berikut.[AL]

whatsapp