Training Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

Keprotokolan modern dalam kegiatan pemerintahan dan BUMN merupakan bentuk pengelolaan tata acara resmi yang tidak lagi sekadar berfokus pada tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan secara seremonial, tetapi juga pada manajemen reputasi institusi, komunikasi strategis, serta penguatan citra profesional organisasi di ruang publik. Dalam konteks pemerintahan, keprotokolan berakar pada ketentuan formal yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan yang menjadi dasar hukum pelaksanaan tata penghormatan terhadap pejabat negara, pejabat pemerintahan, dan tokoh-tokoh penting dalam acara resmi kenegaraan maupun kedinasan.

Di lingkungan BUMN, keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan acara seremonial internal seperti peresmian proyek, RUPS, atau kunjungan kerja direksi, tetapi juga mencakup pengelolaan kunjungan pejabat negara, mitra strategis, investor, serta delegasi internasional. Dalam konteks ini, keprotokolan menjadi bagian integral dari corporate governance dan manajemen stakeholder. BUMN sebagai entitas bisnis milik negara memiliki posisi unik karena berada di antara ranah birokrasi pemerintahan dan praktik korporasi modern, sehingga standar keprotokolan yang diterapkan harus mampu menjembatani dua karakter tersebut secara harmonis.

Latar belakang munculnya konsep keprotokolan modern tidak dapat dilepaskan dari perubahan lingkungan strategis, termasuk globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap akuntabilitas institusi. Di era digital, setiap kegiatan resmi pemerintah maupun BUMN berpotensi terekspos secara luas melalui media sosial dan platform daring. Oleh karena itu, kesalahan kecil dalam tata acara, penempatan pejabat, penyebutan gelar, atau pengaturan simbol negara dapat berdampak pada persepsi publik dan reputasi lembaga. Keprotokolan modern menuntut ketelitian administratif sekaligus sensitivitas komunikasi publik.

Dalam praktiknya, keprotokolan modern di pemerintahan dan BUMN memerlukan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman hukum, kemampuan komunikasi, ketelitian administratif, serta kecakapan koordinasi lintas fungsi. Petugas protokol harus memahami regulasi, struktur organisasi, hierarki jabatan, serta etika resmi, sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika lapangan yang sering kali berubah secara cepat. Profesionalisme inilah yang membedakan keprotokolan tradisional dengan pendekatan modern yang lebih sistematis dan berbasis manajemen.

Dengan demikian, keprotokolan modern dalam kegiatan pemerintahan dan BUMN merupakan evolusi dari tata acara resmi yang bersifat simbolik menuju fungsi strategis yang mendukung tata kelola organisasi, reputasi institusi, serta efektivitas komunikasi publik. Ia menjadi instrumen penting dalam menjaga marwah negara, memperkuat citra profesional BUMN, dan memastikan setiap kegiatan resmi berlangsung tertib, aman, serta sesuai dengan norma hukum dan etika yang berlaku.

Penjabaran konsep dan silabus dari training

Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola acara resmi yang profesional, adaptif, dan selaras dengan regulasi serta dinamika komunikasi publik masa kini. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek seremonial seperti tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, tetapi juga menekankan pada peran strategis fungsi protokol dalam mendukung reputasi institusi, manajemen stakeholder, serta penguatan citra organisasi di ruang publik. Dalam konteks pemerintahan, materi pelatihan mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, serta praktik terbaik penyelenggaraan acara resmi kenegaraan dan kedinasan. Sementara itu, dalam konteks BUMN, pelatihan ini mengintegrasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dengan standar keprotokolan yang profesional dan representatif.

Secara keilmuan, pelatihan ini merupakan turunan dari beberapa disiplin ilmu yang saling berkaitan. Pertama, ilmu administrasi publik yang membahas tata kelola pemerintahan, struktur organisasi, serta mekanisme koordinasi antarinstansi. Kedua, ilmu komunikasi, khususnya komunikasi organisasi dan komunikasi publik, karena keprotokolan berperan penting dalam membentuk persepsi dan citra institusi. Ketiga, ilmu manajemen, terutama manajemen event dan manajemen stakeholder, yang menekankan pada perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan secara sistematis. Selain itu, terdapat unsur hukum tata negara dan etika jabatan yang menjadi landasan normatif dalam menentukan tata urutan pejabat, penggunaan simbol negara, serta tata penghormatan resmi. Dengan demikian, pelatihan ini bersifat multidisipliner dan menggabungkan aspek normatif, teknis, serta strategis.

Pelatihan ini sangat cocok diikuti oleh pejabat atau staf yang menangani fungsi protokol, hubungan masyarakat, sekretariat pimpinan, general affairs, maupun corporate secretary di lingkungan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN. Selain itu, pimpinan unit kerja yang sering terlibat dalam penyelenggaraan acara resmi, kunjungan kerja, peresmian proyek, atau rapat strategis dengan pemangku kepentingan eksternal juga akan memperoleh manfaat signifikan. Dalam praktiknya, banyak kegiatan resmi yang melibatkan pejabat tinggi negara, mitra bisnis, atau delegasi internasional, sehingga pemahaman yang tepat mengenai tata urutan, tata tempat, serta etika formal menjadi krusial untuk menghindari kesalahan prosedural yang dapat berdampak pada citra institusi.

Mengikuti pelatihan ini menjadi penting karena keprotokolan bukan lagi sekadar urusan teknis seremonial, melainkan bagian dari strategi institusional. Kesalahan dalam penyebutan gelar, penempatan tempat duduk, penggunaan atribut resmi, atau pengaturan alur acara dapat menimbulkan implikasi administratif maupun reputasional. Di era digital, di mana setiap kegiatan dapat dengan mudah terekspos melalui media sosial dan pemberitaan daring, profesionalisme dalam pengelolaan acara resmi menjadi kebutuhan mendesak. Pelatihan ini membantu peserta memahami tidak hanya “apa yang harus dilakukan,” tetapi juga “mengapa hal tersebut penting” dalam perspektif tata kelola dan komunikasi publik.

Selain itu, pelatihan ini mendorong perubahan paradigma dari keprotokolan yang bersifat kaku dan administratif menuju pendekatan modern yang adaptif dan kolaboratif. Peserta akan dibekali dengan kemampuan analisis situasi, penyusunan skenario acara, koordinasi lintas fungsi, serta manajemen risiko dalam penyelenggaraan kegiatan resmi. Dengan pendekatan tersebut, fungsi protokol tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra strategis pimpinan dalam memastikan setiap kegiatan berjalan tertib, efektif, dan mencerminkan profesionalisme organisasi.

Pada akhirnya, pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN memberikan nilai tambah yang signifikan bagi individu maupun institusi. Individu memperoleh peningkatan kompetensi teknis dan strategis, sementara institusi mendapatkan jaminan bahwa setiap kegiatan resmi dilaksanakan sesuai regulasi, etika, dan standar profesional yang tinggi. Dengan kompetensi yang memadai, fungsi protokol mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah lembaga, memperkuat kredibilitas organisasi, serta membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

1.2. Materi Pelatihan

  • Kerangka hukum dan regulasi keprotokolan di Indonesia.

  • Prinsip tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan dalam acara resmi.

  • Hierarki jabatan dan urutan prioritas pejabat negara dan pejabat BUMN.

  • Manajemen penyelenggaraan acara resmi (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi).

  • VIP handling dan manajemen kunjungan kerja pejabat tinggi.

  • Etika formal, penyebutan gelar, dan penggunaan simbol negara.

  • Sinergi fungsi protokol dengan humas, keamanan, dan sekretariat pimpinan.

  • Manajemen risiko dan antisipasi kendala dalam kegiatan resmi.

  • Keprotokolan dalam konteks digital dan publikasi media.

  • Studi kasus dan simulasi penyelenggaraan acara pemerintahan dan korporasi.

1.3. Tujuan Pelatihan

  • Meningkatkan pemahaman peserta mengenai regulasi dan prinsip dasar keprotokolan di lingkungan pemerintahan dan BUMN.

  • Memastikan peserta mampu menerapkan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Mengembangkan kemampuan perencanaan dan pengelolaan acara resmi secara profesional dan sistematis.

  • Meningkatkan kompetensi koordinasi lintas unit dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan pejabat tinggi, mitra strategis, atau delegasi eksternal.

  • Meminimalkan risiko kesalahan prosedural yang berdampak pada citra dan reputasi institusi.

  • Mendorong transformasi fungsi protokol menjadi mitra strategis pimpinan dalam mendukung tata kelola organisasi.

Teknis Penyelenggaraan Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

terkait informasi mengenai teknis penyelenggaraan silahkan klik tautan di informasi yang diinginkan :

2.1. Tempat Pelatihan

2.2. Jenis Pelatihan 

2.3. Calon Participant 

2.4. Metode Pembelajaran

2.5. Fasilitas Pelatihan

Investasi dan Jadwal Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

bila anda ingin mengetahui detail mengenai investasi dan jadwal pelatihan silahkan klik tautan dibawah ini :

3.1. Investasi Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

3.2. Jadwal Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

Mengapa Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN hingga Pelaksanaan harus bekerjasama dengan PT. Golden Regency Consulting

Pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah mengapa harus dengan GRC Training. Berikut adalah keuntungan yang dapat diambil bila bekerjasama dengan GRC Training.

  • Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
  • Kami merupakan penyelenggara pelatihan yang berpengalaman, telah berdiri sejak 7 Tahun silam.
  • Memiliki Sumber Daya Trainer yang berpengalaman dalam mengajar maupun pengalaman dalam praktek.
  • Pelaksanaan Pelatihan mengikuti waktu dari calon peserta.
  • Tidak perlu menunggu kuota peserta, kami menyediakan kelas private.
  • Konsultasi post event dengan trainer.

Permohonan Proposal Pelatihan Keprotokolan Modern dalam Kegiatan Pemerintahan dan BUMN

Kemudian apa yang harus dilakukan, bila calon peserta ingin mendaftarkan atau meminta proposal Pelatihan. Selanjutnya cukup dengan mengisi formulir klik disini. namun bila ingin menanyakan hal hal terkait Pelatihan bisa menghubungi kami di nomor whatsapp.

Tertarik bekerja sama dengan GRC Training? Dan ingin mengadakan pelatihan bersama kami? Sila hubungi kami pada nomor berikut 081802214168 (Puguh) atau ingin konsultasi terlebih dahulu melalui whatsapp kami di link berikut.[AL]

whatsapp