Training Compliance Culture di Era Digitalisasi

Transformasi digital telah mengubah cara organisasi menjalankan proses bisnis, mengelola data, dan berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Digitalisasi menghadirkan berbagai kemudahan, efisiensi, dan kecepatan dalam operasional, namun di sisi lain juga meningkatkan kompleksitas risiko kepatuhan. Penggunaan sistem digital, otomatisasi proses, pemanfaatan data besar, serta integrasi teknologi informasi membuka potensi risiko baru terkait pelanggaran regulasi, keamanan data, privasi, dan etika bisnis.

Dalam banyak organisasi, kepatuhan masih dipandang sebatas kewajiban administratif atau tanggung jawab unit tertentu, seperti legal, compliance, atau audit internal. Padahal, di era digitalisasi, risiko kepatuhan dapat muncul dari aktivitas sehari-hari seluruh karyawan, mulai dari penggunaan sistem informasi, pengelolaan data pelanggan, komunikasi digital, hingga pengambilan keputusan berbasis teknologi. Tanpa budaya kepatuhan yang kuat, organisasi rentan menghadapi sanksi hukum, kerugian finansial, kerusakan reputasi, serta menurunnya kepercayaan pemangku kepentingan.

Selain itu, kecepatan perubahan regulasi dan teknologi menuntut organisasi untuk bersikap adaptif dan proaktif. Regulasi terkait perlindungan data, keamanan siber, tata kelola digital, serta transparansi bisnis terus berkembang dan menuntut tingkat kepatuhan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, membangun compliance culture yang melekat dalam perilaku, pola pikir, dan pengambilan keputusan seluruh insan organisasi menjadi kebutuhan strategis. Budaya kepatuhan yang kuat tidak hanya membantu organisasi mematuhi regulasi, tetapi juga menciptakan tata kelola yang sehat, beretika, dan berkelanjutan di era digital.

Penjabaran konsep dan silabus dari training

Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi dirancang untuk membantu organisasi membangun dan memperkuat budaya kepatuhan yang relevan dengan tantangan dan peluang digitalisasi. Pelatihan ini menekankan bahwa kepatuhan bukan sekadar aturan tertulis, melainkan bagian dari nilai dan perilaku kerja yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh individu dalam organisasi.

Melalui pelatihan ini, peserta akan diajak memahami konsep dasar kepatuhan, peran budaya organisasi dalam mendukung kepatuhan, serta perubahan lanskap risiko di era digital. Peserta akan mempelajari bagaimana digitalisasi memengaruhi aspek kepatuhan, mulai dari pengelolaan data, penggunaan teknologi informasi, hingga komunikasi dan transaksi digital. Pelatihan ini juga membahas peran individu dan pimpinan dalam menanamkan nilai-nilai kepatuhan serta membangun kesadaran risiko dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Pendekatan pelatihan bersifat kontekstual dan aplikatif, dengan mengaitkan materi kepatuhan pada situasi nyata yang dihadapi organisasi modern. Melalui studi kasus dan diskusi interaktif, peserta diharapkan mampu memahami implikasi kepatuhan dalam era digital dan menerapkannya secara konsisten dalam perilaku dan pengambilan keputusan kerja.

Pelatihan ini merupakan turunan dari beberapa disiplin ilmu utama, yaitu tata kelola perusahaan (corporate governance), manajemen risiko, hukum dan regulasi bisnis, serta etika organisasi. Dalam konteks digitalisasi, pelatihan ini juga berkaitan erat dengan tata kelola teknologi informasi (IT governance), keamanan informasi, dan perlindungan data pribadi. Selain itu, pelatihan ini dipengaruhi oleh ilmu perilaku organisasi dan manajemen perubahan, karena keberhasilan compliance culture sangat bergantung pada perilaku individu dan komitmen organisasi secara keseluruhan. Pendekatan risk-based compliance dan integrated governance, risk, and compliance (GRC) menjadi landasan penting dalam membangun budaya kepatuhan yang efektif dan berkelanjutan di era digital.

Pelatihan ini cocok bagi karyawan, supervisor, manajer, dan pimpinan di berbagai fungsi organisasi. Pelatihan ini sangat relevan bagi individu yang terlibat dalam pengelolaan data, penggunaan sistem digital, pengambilan keputusan bisnis, serta interaksi dengan pihak eksternal. Selain itu, pelatihan ini bermanfaat bagi unit compliance, legal, audit internal, manajemen risiko, serta organisasi yang sedang atau telah menjalani transformasi digital.

Di era digitalisasi, risiko kepatuhan tidak dapat dikelola hanya melalui aturan dan pengawasan formal. Dibutuhkan kesadaran dan komitmen seluruh insan organisasi untuk menjadikan kepatuhan sebagai bagian dari budaya kerja. Pelatihan ini membantu peserta memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga kepatuhan, sekaligus membangun sikap proaktif terhadap risiko digital. Dengan budaya kepatuhan yang kuat, organisasi dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, melindungi reputasi, dan memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan teknologi dan regulasi yang cepat.

1.2. Materi Pelatihan

  • Konsep dasar compliance dan compliance culture

  • Peran budaya organisasi dalam mendukung kepatuhan

  • Lanskap regulasi dan risiko kepatuhan di era digital

  • Digitalisasi proses bisnis dan implikasi kepatuhan

  • Perlindungan data dan privasi dalam lingkungan digital

  • Etika penggunaan teknologi dan informasi

  • Peran pimpinan dan karyawan dalam membangun budaya kepatuhan

  • Risk awareness dan pengendalian kepatuhan

  • Kepatuhan berbasis risiko (risk-based compliance)

  • Studi kasus pelanggaran kepatuhan di era digital

  • Strategi membangun dan memperkuat compliance culture

  • Integrasi compliance dalam aktivitas kerja sehari-hari

1.3. Tujuan Pelatihan

  • Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan pentingnya budaya kepatuhan di era digitalisasi.

  • Membekali peserta dengan kesadaran risiko kepatuhan yang muncul akibat pemanfaatan teknologi digital.

  • Mengembangkan perilaku kerja yang beretika, patuh, dan bertanggung jawab dalam penggunaan sistem dan data digital.

  • Mendorong peran aktif seluruh insan organisasi dalam menjaga dan memperkuat kepatuhan.

  • Membantu organisasi mengurangi risiko pelanggaran regulasi dan dampak reputasi.

  • Mendukung penerapan tata kelola organisasi yang sehat dan berkelanjutan.

Teknis Penyelenggaraan Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi

terkait informasi mengenai teknis penyelenggaraan silahkan klik tautan di informasi yang diinginkan :

2.1. Tempat Pelatihan

2.2. Jenis Pelatihan 

2.3. Calon Participant 

2.4. Metode Pembelajaran

2.5. Fasilitas Pelatihan

Investasi dan Jadwal Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi

bila anda ingin mengetahui detail mengenai investasi dan jadwal pelatihan silahkan klik tautan dibawah ini :

3.1. Investasi Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi

3.2. Jadwal Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi

Mengapa Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi hingga Pelaksanaan harus bekerjasama dengan PT. Golden Regency Consulting

Pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah mengapa harus dengan GRC Training. Berikut adalah keuntungan yang dapat diambil bila bekerjasama dengan GRC Training.

  • Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
  • Kami merupakan penyelenggara pelatihan yang berpengalaman, telah berdiri sejak 7 Tahun silam.
  • Memiliki Sumber Daya Trainer yang berpengalaman dalam mengajar maupun pengalaman dalam praktek.
  • Pelaksanaan Pelatihan mengikuti waktu dari calon peserta.
  • Tidak perlu menunggu kuota peserta, kami menyediakan kelas private.
  • Konsultasi post event dengan trainer.

Permohonan Proposal Pelatihan Compliance Culture di Era Digitalisasi

Kemudian apa yang harus dilakukan, bila calon peserta ingin mendaftarkan atau meminta proposal Pelatihan. Selanjutnya cukup dengan mengisi formulir klik disini. namun bila ingin menanyakan hal hal terkait Pelatihan bisa menghubungi kami di nomor whatsapp.

Tertarik bekerja sama dengan GRC Training? Dan ingin mengadakan pelatihan bersama kami? Sila hubungi kami pada nomor berikut 081802214168 (Puguh) atau ingin konsultasi terlebih dahulu melalui whatsapp kami di link berikut.[AL]

whatsapp